Mengenai Saya
RSS

Survey Now

Tampilkan postingan dengan label Karya Tulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Tulis. Tampilkan semua postingan

ISA dalam Al-Quran dan Alkitab

Percakapan dengan orang-orang Muslim tentang Kristus Nama dan Gelar Kristus di dalam Al-Qur'an dan Alkitab 
Bagaimana kita bisa memakai apa yang dikatakan Al-Qur’an tentang Kristus?Lihat Selengkapnya 



Orang yang membaca Alkitab bisa menemukan 250 nama, gelar dan sebutan bagi Yesus di dalamnya. Bagi orang yang mempelajari Al-Qur'an, ia juga bisa menemukan 25 nama, gelar dan sebutan untuk Isa sebagai gema atas apa yang disebut di dalam Injil. Salah satu cara yang dapat menolong kita untuk mendekati Muslim adalah dengan mengisi makna dari nama Kristus di dalam Alkitab ke dalam gelar Islamnya yaitu putera Maryam, untuk menjelaskan kepada Muslim bahwa Anak Manusia adalah Anak Allah seperti 
yang dijelaskan Yesus mengenai Diri-Nya sendiri. Kalau seseorang berpikir bahwa ia bisa sukses tanpa mengerti istilah-istilah di dalam Al-Qur'an maka bahayanya adalah ia akan berbicara kepada orang Muslim dengan kata-kata yang sangat asing bagi mereka. Isa atau Yesus? Isa, nama Islam untuk Yesus, muncul 25 kali di dalam Al-Qur'an. Namun, Isa bukanlah Yesus, karena Dia dilucuti dari semua keilahian-Nya di dalam kitab Muslim. Dia tidak mati di atas kayu Salib menurut Al-Qur'an. Tidak ada yang bisa menjelaskan mengapa Muhammad memakai nama Isa bukan nama Yesus, karena sebenarnya di dalam bahasa Arab kata Jasu’u sudah ada sejak masa-masa awal di dalam buku-buku Kristen Arab sebagai persamaan untuk kata Yesus. Para imam Ortodoks mengatakan bahwa kata Isa berasal dari pengucapan Siria terhadap kata Yunani untuk Yesus. Yang lainnya mengatakan bahwa Muhammad mengubah huruf pertama dan terakhir dari kata Jasu’u di dalam bahasa Arab sehingga menjadi kata Isa. Dalam beberapa budaya di Afrika hal itu menunjukkan kutukan kepada pribadi yang dimaksud. Kamus Lisan al-Arab mengemukakan sebuah penjelasan yang sangat menarik yang mengatakan bahwa akar kata dari kata Isa (‘Ais) berarti “air mani kuda jantan” yang bisa menjadi racun mematikan dengan seketika. Kebanyakan orang Kristen Arab tidak menggunakan kata Isa dalam percakapan mereka dengan orang Muslim, sementara misionaris asing 
secara berulang kali mengatakan bahwa tanpa menyebut nama Isa, maka seorang Muslim tidak akan bisa memahami bahwa mereka sedang berbicara tentang Yesus. Karena itu mereka berusaha mengisi makna dari nama Yesus di dalam Alkitab ke dalam nama Al-Qur'an Isa. Kita perlu ingat bahwa di dalam Perjanjian Baru nama Yesus muncul sebanyak 975 kali. Nama ini adalah nama yang terpenting dari segala nama dan gelar Anak Allah, dan nama yang paling sering dipakai. Sangat menarik (juga) bahwa nama “Yesus” untuk anak Maria ditentukan melalui dua bentuk wahyu (wahi) yang pertama kepada Yusuf, yang bertanggung-jawab untuk membesarkannya (Matius 1:21), dan yang kedua kepada ibunya melalui Malaikat Gabriel (Lukas 1:31; 2:21). Penghulu malaikat itu bahkan menjelaskan makna dari nama yang sangat unik itu, yang dipilih sejak 

kekekalan: “Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa 
mereka” (Matius 1:21). 
Orang-orang yang mengerti bahasa Ibrani bisa mengetahui bahwa akar kata dari nama Yesus (yod-shin-ayin) muncul sebanyak 281 di dalam Perjanjian Lama dalam hubungannya dengan nama Tuhan “YAHWEH”: 68 kali dalam bentuk kata benda yang berkaitan dengan keselamatan dan 
pertolongan dari Yahweh, dan 213 kali dalam bentuk kata kerja, di mana Yahweh sendiri bertindak dan menyelamatkan. Makna dan tujuan dari nama Yesus ini sudah ditentukan sejak kekekalan, sama seperti yang dituliskan oleh seorang penulis lagu Natal: “Kristus Juruselamat telah lahir!” Kata Yunani untuk penyelamat (soter) justru, tidak hanya berarti penyelamat dari kesusahan dunia atau dari penghukuman Tuhan. Kata itu 
juga merupakan gelar penghormatan untuk Kaisar Agustus dari Romawi yang dipuji sebagai penjamin dari kedamaian dunia setelah ia memantapkan kekuasaannya melalui kemenangan-kemenangannya. Malaikat Gabriel menjelaskan kepada Yusuf bahwa masalah manusia yang paling besar adalah dosa mereka. Dosa memisahkan kita dari Tuhan. Dengan demikian Yesus, Anak Domba Elohim, telah menanggung segala 
dosa dunia dan memperdamaikan kita dengan Yang Maha Kudus melalui korban pendamaian-Nya di kayu Salib. Kasih-Nya mendorong Dia untuk menggenapi hukum Paskah melalui kematian-Nya untuk menggantikan kita. Darah-Nya adalah tebusan yang dibayar-Nya untuk memerdekakan kita dari dosa, Iblis, dan murka Tuhan (Surat as-Saffat 37:107). Muslim tidak memiliki gambaran mengenai kekayaan dari nama Yesus dan kedaulatan-Nya yang agung. Kita perlu berdoa meminta hikmat dan bimbingan dari Roh Kudus dalam pembicaraan kita dengan orang Muslim agar bisa menunjukkan kepada mereka makna yang penuh dari nama Yesus, sehingga Iblis akan terpaksa harus membebaskan tawanan Muslimnya, dan mereka bisa menerima pengampunan atas segala dosa mereka dengan penuh ucapan syukur, karena Yesus menggenapkan karya keselamatan-Nya bagi mereka juga (Yohanes 19:30). Mari kita mengasihi Yesus, sehingga Muslim bisa melihat Dia di dalam kelemahan kita. Kristus – Yang Diurapi Gelar Yesus yang resmi di dalam Alkitab adalah: Yang Diurapi, yang berarti Mesias atau Kristus. Gelar Yesus ini muncul sebanyak 569 kali di dalam Perjanjian Baru dan 11 kali di dalam Al-Qur'an. Kata dalam bahasa Arab al-Masih berasal dari kata “membasuh” dan “mengurapi.” Meskipun demikian, hanya sedikit saja orang Muslim yang tahu bahwa kata al-Masih berarti, “yang diurapi.” 


Kita harus berusaha untuk menjelaskan kepada mereka bahwa di dalam Perjanjian Lama, para raja, imam dan nabi diurapi dengan minyak kudus sebagai tanda bahwa Tuhan perjanjian sudah memberikan kepada mereka kuasa dan kedaulatan melalui Roh Kudus-Nya untuk diperlengkapi di dalam menjalankan tugas mereka. 

Yesus sendiri menjelaskan gelar kehormatan-Nya ini di Nazaret: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan…” (Lukas 4:18-19). Tidak ada yang bisa menjelaskan mengenai gelar “Kristus” ini lebih baik dari penjelasan-Nya sendiri. Dia menyatakan kesatuan dari Tritunggal yang Kudus di dalam bentuk yang ringkas sebagai “Tuhan, Roh dan Diri-Nya.” Dia 
juga menjelaskan bahwa pengurapan Roh Kudus memiliki tujuan yang sangat unik: untuk memberitakan kabar baik kepada kelompok “yang terinjak”, supaya hati mereka yang hancur bisa dipulihkan. Alkitab menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah raja segala raja, imam besar yang kekal dan perwujudan dari Firman Tuhan. Ia adalah Tuhan seperti yang ditegaskan oleh Perjanjian Baru sebanyak 216 kali! Ia memiliki 
segala kuasa dan kemuliaan di surga dan di bumi. Gelar “Tuhan” bagi Kristus sama sekali tidak ditemukan di dalam Al-Qur'an. Muhammad mengajarkan bahwa orang Muslim tidak akan pernah menerima manusia 
menjadi Tuhan. Keilahian-Nya sepenuhnya ditolak (Surat Al 'Imran 3:64; al-Ma'ida 5:17,31; al-Tawba 9:30,31, dll.). Apakah Muslim melihat Ketuhanan-Nya dengan ketaatan iman seperti yang kita miliki? Ketiga nama dan gelar Alkitabiah: Yesus, Kristus, Tuhan, secara bersama-sama merupakan 65 persen dari penulisan nama-Nya yang disebutkan di dalam Alkitab. Orang yang bisa mengenali kedalaman dari ketiga nama Putera Tuhan, percaya dan meyakini semuanya, adalah seorang Kristen dan berhak mengulang kesaksian Yesus dalam Lukas 4:18 di dalam dirinya sendiri. Kristus – rasul Allah? Muhammad percaya pada tugas Isa yang bersifat politis dan menyebut-Nya sebagai utusan atau duta dari Allah sebanyak lima kali (Surat Al 'Imran 3:49; al-Nisa 4:157,171; al-Ma'ida 5:75; al-Saff 61:6). Ia juga menyebutkan nama-Nya beberapa kali bersama-sama dengan rasul-rasul Allah yang lainnya (Surat al-Baqara 2:87,253: al-Hadid 57:27). Seorang rasul Allah oleh Al-Qur'an dianggap lebih tinggi kedudukannya dibandingkan dengan seorang nabi. Nabi bertanggung-jawab untuk menyatakan wahyu dari Allah secara tepat. Seorang rasul, memiliki kelebihan, yaitu untuk menegakkan semua hukum ilahi itu dengan kuasanya! Di dalam kesaksian iman mereka, Muslim mengaku bahwa Muhammad adalah seorang “utusan” Allah, dan bukan hanya sekedar seorang nabi! Musa dianggap sebagai teladan penuntun untuk Muhammad. Musa adalah 
perantara antara Yahweh dengan umat-Nya, yang harus memimpin dan memerintah mereka sebagai pembuat peraturan sekaligus hakim. Muhammad memandang dirinya sendiri dan juga Isa, putera Maryam, 
sebagai memiliki kuasa yang sama dengan yang dimiliki oleh Musa. Mungkin Muhammad sudah mendengar dari orang Kristen di Mekah dan Medinah bahwa Yesus di dalam Injil-Nya berbicara mengenai kerajaan Allah, kerajaan surga atau mengenai kerajaan saja secara sangat sering (sekitar 100 kali), tetapi hanya sedikit (hanya tiga kali saja) berbicara mengenai gereja-Nya! Muhammad menganggap bahwa Kristus datang sebagai seorang rasul Allah dengan tujuan untuk membangun kerajaan-Nya dengan kuasa dan kekuatan. Kata kerajaan dalam bahasa Arab diambil dari akar kata “milik” (mulk) yang berarti: “sang pencipta memiliki segala sesuatu yang diciptakannya” (Surat al-An'am 6:75; al-A'raf 7:185; al-Mu'minun 23:88; Ya Sin 36:83). Kristus datang ke dunia ini untuk mengklaim milik Tuhan dari bangsa Israel (Matius 21:33-46). 
Muhammad tidak mengetahui bahwa setelah penyaliban Kristus, kenaikan-Nya dan pencurahan Roh Kudus kepada jemaat-Nya yang sedang berdoa, isi dari khotbah-khotbah para rasul mengalami perubahan yang sangat mendasar. Di dalam Kisah Para Rasul dan di dalam surat-suratnya, para rasul berbicara dua kali lebih banyak mengenai gereja daripada mengenai kerajaan! Sejak saat itu topik rencana keselamatan menjadi topik bagi “orang-orang yang terpanggil” dari antara orang Israel dan juga bangsabangsa lain. Namun klaim-Nya untuk menerima kembali segala ciptaan tidaklah menurun karena karya-Nya di dalam membangun gereja, karena Yesus sendiri mengutus hamba-hamba-Nya, yang sudah dipanggil-Nya keluar dari dunia, untuk kembali kepada dunia untuk membawa pulang semua orang yang mau mendengarkan firman-Nya. Tetapi, Muhammad menganggap tugas Kristus adalah dalam bidang keagamaan sekaligus dalam bidang militer dan politik juga. Ia tidak mengetahui bahwa Yesus pernah mengatakan: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini… Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.” (Yohanes 18:36-37).Muhammad tidak memahami kebenaran ini. Ia tidak mau tunduk kepada raja ilahi Yesus Kristus dan tidak mau membuat dirinya taat kepada Tuhan. Oleh karenanya, ia menjelaskan bahwa Isa hanyalah sebagai rasul Allah yang berkaitan dengan kehidupan politik dan agama saja, seperti dirinya sendiri! 


Tetapi, Yesus tidak ragu-ragu untuk menyebut diri-Nya sendiri sebagai utusan yang diutus beberapa kali menurut Injil Yohanes, tetapi Dia menegaskan bahwa “Bapa-Nya” sudah mengutus-Nya dan bukannya suatu Allah yang tidak peduli. Dengan demikian Dia secara tidak langsung  menyatakan bahwa Dia adalah Anak Allah dengan kuasa yang penuh: "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satusatunya Tuhan yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Yohanes 17:3). "Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu” (Yohanes 20:21). 

Kristus – Putera Maryam 
Muhammad dibingungkan oleh kenyataan bahwa Yesus dilahirkan dari anak dara Maria, tanpa seorang ayah. Namun ia menerima rahasia ini dan menyebut Isa Putera Maryam sebanyak 23 kali di dalam Al-Qur'an. Ia bahkan mencoba untuk membela Maria dan menegaskan bahwa ia tidak melahirkan seorang anak di luar ikatan pernikahan (Surat Al 'Imran 3:45-47; Maryam 19:16-23, dsb). Muhammad menggambarkan bahwa Jibril (Gabriel) menghembuskan roh yang dari Allah kepada Maria (Surat al-Hajj 21:91; al-Tahrim 66:12). Dengan pernyataan ini Muhammad sudah semakin dekat dengan Injil, tetapi ia membatasi perkataannya dengan membuat Jibril berkata bahwa Isa bukan diperanakkan oleh roh Allah di dalam rahim Maria tetapi hanya sekedar diciptakan. Dengan demikian Muhammad menempatkan diri dalam tempat yang berbeda dengan yang disebutkan dalam Pengakuan Iman Nicene, di mana seluruh gereja mengaku: Kristus adalah Tuhan dari Tuhan, Terang dari terang. Tuhan Sejati dari Tuhan sejati, diperanakkan, bukan diciptakan, dalam satu hakekat dengan Bapa. Muhammad menjadi roh anti Kristus dengan menyangkal keilahian Kristus (1 Yohanes 2:22-25; 4:1-5). Di dalam Al-Qur'an, kita membaca 17 kali bahwa Isa bukanlah anak Allah. Muhammad menolak ide bahwa Allah secara biologis menjadi Bapa dari Kristus di dalam rahim Maria. Semua gereja juga pasti tanpa ragu-ragu menolak ide yang demikian! Sebuah sekte Kristen di Semenanjung Arab menyebut Maryam sebagai “ibu dari Allah” dan menganggap bahwa Allah Tritunggal Yang Kudus itu terdiri dari “bapa, ibu, dan anak” (Surat al-Ma'ida 5:116). Bidat ini secara tepat ditolak oleh Muhammad! Jika kita membenarkan penolakannya terhadap pemahaman yang keliru ini tentang 
kelahiran Kristus di dalam dialog kita dengan orang Muslim, ketegangan yang sangat besar di antara mereka dengan kita bisa dihilangkan. 

Alkitab menjelaskan pembuahan secara rohani dari Kristus dan mengaku bahwa “Tuhan, Firman dan Roh-Nya” adalah kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. 

Penyebutan yang tidak Alkitabiah tentang Maria sebagai “bunda Allah” di kalangan Katolik dan Kristen Ortodoks membuat percakapan dengan Muslim seringkali sangat menyulitkan. Alkitab berbicara sebanyak 59 kali mengenai Anak Tuhan. Yesus juga menegaskan di dalam kalimat yang berbentuk “Akulah” sebanyak 50 kali bahwa Dia adalah Tuhan yang menyatakan diri-Nya kepada Musa di dalam belukar yang menyala (Keluaran 3:14) sebagai “Aku adalah Aku.” Di saat-saat terakhir kehidupan-Nya Yesus mengatakan dengan tegas di hadapan kelompok Sanhedrin bahwa Dia adalah Kristus, Anak Elohim yang hidup (Matius 26:63-68; Lukas 22:70). Karena pengakuan inilah Dia dihukum mati. Muhammad menolak dan bahkan membenci kesaksian bahwa Kristus “adalah Anak Allah” sampai-sampai ia mengutuk semua orang Kristen yang bersaksi dengan memohon agar Allah membunuh mereka semua (Surat al-Tawba 9:30)! Di dalam kehidupan-Nya di dunia ini, Yesus tahu bahwa semua orang yang menyebut Dia sebagai Anak Tuhan akan dianggap sebagai penghujat. Karena itu Dia bersaksi tentang diri-Nya sebanyak 80 kali sebagai Anak Manusia di dalam Injil. Dalam penggunaan nama ini Dia menunjuk kepada nubuat yang tercatat di dalam Daniel 7:13-14, di mana “anak manusia” muncul di dalam penglihatan sebagai raja yang kekal dan hakim yang ilahi. Tetapi kebanyakan orang Yahudi memahami nama ini hanya secara dangkal saja dan menganggap bahwa Yesus menyebutkan diri-Nya sebagai sekedar manusia biasa saja. Namun, Dia menggenapi pernyataan ini dengan kedaulatan ilahi-Nya. Setengah dari ayat-ayat mengenai Anak Manusia bersaksi mengenai kerendahan-Nya, kemanusiaan-Nya, kerendahan hati-Nya dan kelemahlembutan-Nya: “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan ganti banyak orang.” (Matius 20:28). Dengan pernyataan ini Yesus menjungkir-balikkan semua anggapan umum. Yang terbesar harus menjadi yang terkecil, karena Raja kita sendiri menyatakan diri-Nya sebagai hamba. Orang-orang yang mengikuti Dia tidak akan menjadi tuan tetapi menjadi hamba. Setengah yang lain dari pernyataan-pernyataan-Nya mengenai Anak Manusia menyaksikan tentang kemuliaan dan kuasa-Nya yang besar ketika nanti Dia kembali sebagai hakim atas segala manusia: “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersamasama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya …” (Matius 25:31-32 dst.) Yesus adalah manusia yang sejati, dicobai sama seperti kita, tetapi tetap tidak berdosa (Ibrani 2:17-18). 
Karena itulah Dia memahami apa yang dirasakan manusia dan akan menjalankan penghakiman-Nya secara 
adil. Akan sangat baik bagi kita jika kita belajar metode yang sangat berguna ini dari Yesus, yang menyelubungi keilahian-Nya, dan menyatakan rahasia inkarnasi-Nya di bawah sebutan Anak Manusia. Nama ini adalah salah satu kunci untuk masuk ke dalam hati orang-orang Semit. Jika anda berbicara mengenai Anak Allah di awal percakapan anda dengan orang Muslim, maka anda akan bisa melihat bagaimana mereka akan menutup pintu bagi-Nya. Tetapi kalau anda belajar dari Yesus, anda akan menjadi bijak dan tidak akan menyangkal kebenaran. Sebaliknya, anda bisa bersaksi akan hal itu dengan kasih dan hikmat, sesuai dengan apa yang bisa diterima oleh pendengar anda. Kristus– firman Allah dalam rupa manusia Muhammad memakai beberapa sebutan, gelar dan nama Kristus di dalam Al-Qur'an, dengan tujuan untuk menarik orang-orang Kristen kepada Islam. Ia menyisipkan di antara ayat-ayatnya perkataan-perkataan dari Perjanjian Baru supaya ia dianggap sebagai nabi yang sesungguhnya. Ia ingin menarik orang-orang Kristen di Abyssinia (Etiopia) serta sebuah kelompok dari Yaman kepada dirinya dengan cara meniru kepercayaan mereka. Karena itu kita berhak menggunakan berbagai perkataan-perkataannya, yang dipinjamnya dari Alkitab, berhak mengambilnya dari dalam Al-Qur'an dan mengembalikan semuanya kepada konteks yang sebenarnya di dalam Injil, seperti mengumpulkan potongan-potongan kecil mosaik untuk dijadikan pola yang memiliki bentuk yang jelas. Ini bisa menolong orang Muslim yang mencari kebenaran, untuk menemukan jalan keselamatan mereka di dalam Kristus. Dari dalam Injil Yohanes, Muhammad empat kali mencantumkan pernyataan bahwa Kristus adalah kalimat atau firman Allah atau firman-Nya (Surat Al 'Imran 3:39,45,64; al-Nisa 4:171). Para penafsir Muslim kemudian melihat bahwa sebutan Kristus yang demikian membahaya-kan pengakuan iman Islam dan kemudian dengan cepat mengajarkan bahwa Kristus adalah firman Allah yang “diciptakan”, yang tidak mengandung kehadiran yang sesungguhnya dari Yang Maha Tinggi. Sebagai pencipta dari Kristus, Allah dianggap mengatakan: “’Jadilah’, lalu jadilah dia.” Pada saat yang sama, para penafsir Muslim menganggap bahwa Al-Qur'an (Al Imran 3:47) mengandung kehadiran Allah yang sesungguhnya, kehendak dan kuasa-Nya. Kita berhak untuk menjelaskan kepada Muslim bahwa hal yang sama sebenarnya terjadi di dalam diri Yesus. Semua kuasa penciptaan dari firman Allah, kuasa penyembuhan-Nya, otoritas pengampunan-Nya, kasih karunia penghiburan-Nya dan kuasa pembaharuan bekerja di dalam diri-Nya. Di dalam Kristus segala gelar dan karya firman Tuhan dinyatakan. Kehendak Yahweh, hikmat-Nya, murka-Nya, kasih-Nya, kasih karunia-Nya, kesabaran-Nya, semua yang dikatakan dan diperintahkan Tuhan, dijanjikan dan dilarang berinkarnasi di dalam Yesus. Di dalam Dia segala nubuat Tuhan sudah menjadi ya dan amin. Barang siapa ingin mengetahui kehendak Tuhan harus memandang kepada Yesus: Dia adalah inkarnasi dari perkenanan yang baik dari Bapa-Nya. Dia berkata: 
”Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.” (Yohanes 14:10) ”Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30) Pernyataan yang sangat khusus di dalam Al-Qur'an mengenai inkarnasi firman Allah di dalam Kristus menjelaskan bahwa Kristus memanglah firman kebenaran. Kebenaran dan keadilan di sini muncul sebagai sebutan dan nama Allah, sehingga ayat itu berarti: Kristus adalah sabda Allah sendiri yang penuh dengan keadilan dan kebenaran (Surat Maryam 19:34). Namun, beberapa penafsir menyimpangkan ide yang dianggap berbahaya di dalam Islam ini dan mengatakan bahwa perkataan yang seperti itu adalah kalimat yang sifatnya rendah dan tidak memiliki kepentingan apapun. Tetapi yang benar adalah kebalikannya. Kristus tetaplah merupakan manifestasi dari kebenaran dan hukum, juga di dalam Al-Qur'an (Yohanes 14:6). Ia lebih dari sekedar nabi – Ia adalah firman Tuhan dalam rupa manusia! Pernyataan ini bisa menjadi alat yang paling kuat bagi anda dalam kesaksian anda kepada orang Muslim. Kristus – Roh dari Allah Pernyataan yang lain di dalam Al-Qur'an justru melawan dan meruntuhkan posisi para kritikus Islam yang mengatakan bahwa “Kristus tidak bersifat ilahi,” karena Dia juga disebut sebagai roh yang dari Allah (Surat al-Nisa 4:171). Pernyataan ini menjelaskan bahwa Kristus bukanlah manusia biasa saja seperti Musa dan Muhammad, tetapi inkarnasi dari roh Allah. Perkataan Al-Qur'an yang menjelaskan bahwa Yang Mahamulia menghembuskan sebagian dari “Roh-Nya” kepada Maryam (Surat al-Anbiya' 21:91; at-Tahrim 66:12). Karena itu Isa dianggap sebagai Roh yang hidup dalam bentuk manusia. Dengan tubuh rohani, setelah Dia menyelesaikan pelayanan-Nya di bumi, Dia naik kembali kepada Allah. Di dalam Islam, Kristus bukan hanya sekedar manusia biasa, bukan sekedar nabi biasa seperti yang lain, tetapi Roh yang dari Allah sendiri! Dengan pernyataan ini Muhammad mengakui bahwa Isa bukan termasuk dalam golongan yang sama dengan manusia yang lain yang dilahirkan dari debu tanah. Namun, Dia adalah Anak karena Roh Allah, atau “anak rohani” dari Allah – menurut perkataan Al-Qur'an, juga! Para penafsir Islam sudah memahami kelemahan di dalam Al-Qur'an ini dan kemudian memelintirnya menjadi bermakna sebaliknya. Mereka mengatakan: Memang, Kristus adalah roh Allah yang berbentuk manusia, tetapi – hanya roh “yang diciptakan”! Suatu roh yang secara kekal mandiri dan berasal dari Allah, yang tentu saja juga bersifat ilahi, tidak diakui keberadaannya di dalam Islam. Semua roh yang dari Allah adalah roh yang diciptakan, sama seperti malaikat dan juga setan-setan, Gabriel dan Mikael. Kristus dikatakan sebagai salah satu di antara banyak roh yang diciptakan oleh Allah. Tetapi kita tahu bahwa Kristus dilahirkan dari Roh Kudus Tuhan yang kekal. Tuhan berkata kepada-Nya: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.” (Mazmur 2:7). Dan kemudian Malaikat Gabriel juga berkata kepada Maria: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Elohim Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Elohim” (Lukas 1:35). Orang Muslim bisa mengetahui fakta ini, seperti yang diakui oleh almarhum Raja Hassan II dari Maroko, di hadapan suatu sinode di Rabat, bahwa tidak ada manusia atau Ayatullah manapun yang memiliki hak untuk menyebut dirinya sebagai roh yang dari Allah (Rohullah), kecuali Isa, putera Maryam; karena hanya Dialah yang dilahirkan karena Roh yang dari Allah! Kristus tetap tidak berdosa – bahkan di dalam Al-Qur'an! Ketika menuliskan mengenai kelahiran Kristus di dalam Al-Qur'an, Jibril, yang juga dianggap sebagai roh yang dari Allah dan utusan yang menyampaikan wahyu-Nya, berjanji kepada Maryam bahwa ia akan memberikan kepadanya seorang anak laki-laki yang suci dan tidak bercela (Surat Maryam 19:19). Perkataan itu begitu menjadi bahan pemikiran bagi para penafsir. Beberapa di antara mereka secara terbuka menulis bahwa Isa dilahirkan tanpa dosa dan suci, karena Dia dilahirkan dari Roh Allah. Beberapa tradisi Muslim di jaman Muhammad kemudian mengembangkan hal ini dan mengatakan: Semua anak dilahirkan dalam keadaan tidak memiliki dosa asal, tetapi Iblis mencemari bayi sejak saat pertama kali mereka dilahirkan. Ini yang dianggap sebagai penyebab mengapa setiap bayi menangis – dengan pengecualian Maryam dan Isa! Mereka dijaga dari sengat dosa Iblis karena istri Imran sudah menaruh anaknya, Maryam dan keturunannya, di bawah perlindungan yang khusus dari Allah dari gangguan 
Iblis, sebelum mereka dilahirkan (Surat Al 'Imran 3:36).



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara Pembuatan Karya Tulis

Banyak orang merasa bahwa menulis itu sangat menbosankan.Sebab mereka merasa bahwa menulis itu merupakan pekerjaan yang sia-sia .Akan tetapi mulai sekarang mari kita hilangkan perasaan itu sebab saya memiliki banyak cara untuk membuat anda tertarik akan menulis.
Dalam hal tersebut saya akan membahas khusus dalam pembuatan karya tulis.
Kadang kala kita sering bingung bagai mana cara menulis sebuah karya tulis.Hal tersebutlah yang membuat kita jadi malas untuk menulis.Akan,tatapi mulai sekarang anda tidakusah khawatir sebab saya akan memberi tahukan kepada anda bagaimana cara penulisan sebuah karya tulis yang baik dan benar.klik Contoh karya tulis

1. Anda harus menentukan tema.
Maksudnya adalah sebelum seorang itu membuat sebuah karya tulis ia harus menentukan pa tema yang baik untuk ia buat.
Sebaiknya tema yang anda buat harus manarik,unik,dan dapat dipahami oleh orangyang membacanya.

2. Cara pembuatan halaman judul
Pembuatan halaman judul haruslah mengikuti aturan.
Yaitu sebagai berikut :
- Judul harus ditulis dengan huruf kapital semua.Namun dapat pula ditulis hanya huruf depan pada kalimat saja( kecuali kata kunjungsi).
Apa bila judul karya tulis anda terlalu panjang anda harus menulisnya seperti piramida terbalik.
contoh :
UPAYA PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DI INDONESIA
- Setalah penulisan judul sebaiknya anda menulis tujuan dari pada pembuatan karya tulis anda.
- Halaman judul sebaiknya jangan dibuat berwarna,agar lebih baik dibuat hitam putuh saja.
3. Halaman pengesahan
Pada halaman ini anda harus mengisikan siapa saja orang yang akan mengesahkan karya tulis yang akan anda tulis nantinya.(Lihat contoh....)

4. Kata pengantar
Hal yang harus anda isikan pada kata pengantar adalah seperti berikut
Ucapan syukur kepa Tuhan Yang Maha Esa kaena telah berhasil menyelesaikan karya tulis tersebut.
-Gambaran singkat tentang tujuan dari penulisan karya tulis tersebut.
-Ucapan terimakasih terhadap orang-orang yang telah membantu dalam menyelesaikan karya tulis tersebut.
-Permohonan kepada para pembaca agar bersedia memberikan kritikan,saran,dan pendapat demi untuk perbaikan dari pada karya tulis tersebut.
-Tanggal pembuatan karya tulis tersebu.(Biasanya terletak pada bagian paling bawah kanan dandiukuti oleh tandatangan penulis dibawahnya)lihat contoh.

5. Daftar Isi
Daftar isi biasanya ditulis setelah pembuatan karya tulis selesai dibuat oleh penulis.

6. Pendahuluan
Hal-hal yang harus di isi pada bagian ini adalah sebagai berikut,yaitu:

1.BAB I

1.1 Latar Belakang
Pada latar belakang yang perlu kita tulis adalah hal-hal yang melatar belakangi penulis untuk membuat karya tulis tersebut.Biasanya hal yang pertama dibahas dalam latar belakang adalah hal yang bersifat universal setelah itu hal yang khusus mengenai apa nantinya yang akan kita bahas.

1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah biasanya berbentuk pertanyaan,yang dimana pertanyaan tersebut yang nantinya akan kita bahas pada pokok pembahasan nantinya.

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian berisi untuk apa penulisan karya tulis tersebut dilakukan oleh penulis.



1.4 Manfaat Penelitian
Berisikan mengenai manfaat dari pada penulisan karya tulis tersebut.Manfaat tersebut bisa buat penulis bisa juga buat para pembaca.

1.5 Ruang Lingkup Pembahasan
Manfaat dari pembatasan masalah ini agar pembahasan yang akan dibahas oleh penulis dapat dibatas.Agar nantinya pembahasannya tidak mengambang atau lari dari topik.

1.6 Ruang Sampel/Populasi
Ruang sampel /populasi merupakan seberapa banyak sampel yang akan kita teliti untuk bahan dalam penelitian kita.

2. BAB II
Pada bab ini berisikan akan hal-hal sebagai berikut,yaitu :

2.1 Landasan teori
Pada bagian ini seorang penulis harus membuat apa landasan yang ia gunakan untuk membuat suatu karya tulis tersebut.

2.2 Cara pengambilan data
Dalam hal ini apa cara /metode yang kita gunakan untuk mengumpulkan data tersebut.Metode yang digunakan biasanya metode pengamatan,wawancara,dll.

2.3 Pengelompokan data
Hal tersebut dilakukan untuk mengelompokkan data yang akan kita bahas nantinya pada bab pembahasan.

3. BAB III
Pada bab ini seorang akan membahas secara menyeluruh mengenai bahan apa yang akan penulis bahas.Yang kita bahas adalah mengenai apa yang telah kita tentukan pada rumusan masalah pada bab pendahuluan.

BAB IV
4.1 Kesimpulan
Pada bab ini seorang penulis akan menarik sebuah /beberapa kesimpulan dari apa yang telah ia kerjakan.Kesimpulan ini bertujuan agar kita mengetahui apa isi secara keseluruhan dari apa isi karya tulis tersebut.

4.2 Saran
Dalam hal tersebut seorang penulis akan memberikan beberapa saran kepada para pembaca agar para pembaca mungkin adapat melaksanakanya.

Nah,bagaimana sungguh mudah bukan membuat karya tulis?

OK selamat mencoba
.SUKSES!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KARYA TULIS

MINAT SISWA SMA NEGERI 1SIBOLGA
TERHADAP PELAJARAN MENGARANG

D
I
S
U
S
U
N

OLEH : OBER SIREGAR
KELAS XI IPA

SMA NEGERI 1 SIBOLGA
T.A 2008/2009



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. Berkat limpahan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan karya tulis ini tepat waktu.
Penulis tetap menyadari bahwa penulisan karya tulis ini masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan dan pengalaman penulis yang cukup dangkal dan terbatas. Kendala ini dapat diatasi karena tidak sedikit perhatian dan bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak yang telah membantu penyelesaiannya. Untuk itu penulis merasa mempunyai hutang budi yang tidak terhingga, dan dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya dan dari lubuk hati yang paling dalam kepada :
1. Bapak Sabar Lumbantobing, selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah membimbing penulis dalam penulisan karya tulis ;
2. Ibu T. G. Simamora, selaku petugas perpustakaan yang telah membantu penulis dalam menemukan buku referensi untuk penulisan karya tulis ;
3. Orangtua, yang telah memberikan dukungan dan perhatian kepada penulis ;
4. Teman-teman, yang telah membantu penulis dalam menjawab angket yang diperlukan untuk penulisan karya tulis ;
5. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu, telah banyak membantu penulis dalam penulisan karya tulis.
Penulis berharap karya tulis ini dapat menambah wawasan masyarakat, khususnya para pelajar, tentang pentingnya pelajaran mengarang.
Terakhir, penulis tetap terbuka untuk menerima segala bentuk kritikan dan perbaikan. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan ridho, taufiq, dan karuniaNya kepada kita semua.


Sibolga, Januari 2009


Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......... ii
DAFTAR ISI ............. iii
DAFTAR TABEL ........... iv

BAB I PENDAHULUAN ....... 1
1.1 Latar Belakang ........ ....1
1.2 Rumusan Masalah .............1
1.3 Tujuan Penelitian ...........2
1.4 Manfaat Penelitian...........2

BAB II LANDASAN TEORI.......3
2.1 Pengertian Mengarang ........3
2.2 Pengertian Karangan .........3
2.3 Manfaat Mengarang ...........3
2.4 Pentingnya Mengarang.........4

BAB III PROSES PENELITIAN.....6
3.1 Lokasi Penelitian ........6
3.2 Populasi dan Sampel.......6
3.2.1 Populasi................6
3.2.2 Sampel..................6
3.3 Teknik Pengumpulan Data...7
3.4 Teknik Analisa Data.......7

BAB IV HASIL PENELITIAN.......8
4.1 Hasil Angket ............8
4.2 Analisis Data ...........8

BAB V PEMBAHASAN .......... 9

BAB VI PENUTUP .............10
6.1 Kesimpulan ...............10
6.2 Saran ....................10

DAFTAR PUSTAKA ................11
LAMPIRAN .....................12
RIWAYAT HIDUP PENULIS ........ 13




PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Mengarang merupakan kemampuan berkomunikasi melalui bahasa yang tingkatannya paling tinggi. Empat jenjang kemampuan berbahasa yang melekat pada setiap manusia normal adalah menyimak, berbicara, membaca, dan menulis atau mengarang. Secara kronologis, keempatnya tumbuh dalam diri setiap individu. Pada tingkatan paling sederhana, yaitu dalam wujud kemampuan berkomunikasi langsung dengan bahasa lisan, kita memiliki kemampuan menyimak dan berbicara. Selanjutnya tahap yang setingkat lebih tinggi adalah membaca, dan yang paling rumit adalah menulis atau mengarang dalam bentuk bahasa tulis.
Atas dasar asumsi di atas, sungguh tepat bila upaya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia harus dijembatani dengan menggalakkan kegiatan menulis atau mengarang. Hal ini disebabkan kemampuan mengarang membutuhkan penguasaan materi-materi pendukung sebagai modal dasar, seperti penguasaan kosakata, diksi, penyusunan kalimat, pembentukan paragraph, pemahaman secara aplikatif tentang ejaan dan tanda baca, logika, serta struktur berpikir yang runtut.
Pada masa sekarang, khususnya di lingkungan SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga, jarang sekali ditemukan siswa yang berminat dengan pelajaran mengarang. Siswa yang berminat terhadap pelajaran mengarang bahkan dapat dihitung dengan jari. Mengapa hal itu terjadi? Apa yang menyebabkan mereka kurang berminat dengan pelajaran mengarang?


1.2 Rumusan Masalah
Menurut Hadari Nawawi (1985:15), suatu masalah muncul karena tidak terdapatnya keseimbangan antara yang diharapkan berdasarkan teori-teori atau buku-buku yang menjadi tolak ukur dengan kenyataan sehingga menimbulkan pertanyaan mengapa demikian atau apa sebabnya demikian. Di samping itu, masalah juga dapat muncul karena keragu-raguan tentang keadaan sesuatu dan kurang objektif.
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan mengarang?
2. Apa yang dengan karangan?
3. Apa manfaat mengarang?
4. Mengapa mengarang itu penting?
5. Mengapa siswa SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga kurang berminat terhadap pelajaran mengarang?
6. Apa penyebab siswa SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga kurang berminat terhadap pelajaran mengarang?


1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
• Mengetahui minat siswa SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga terhadap pelajaran mengarang
• Mengetahui penyebab kurangnya minat siswa SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga terhadap pelajaran mengarang


1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
• Agar siswa SMA Negeri 1 Unggulan yang kurang berminat pada pelajaran mengarang mengetahui betapa pentingnya kegiatan mengarang.
• Agar siswa SMA Negeri 1 Unggulan yang awalnya kurang berminat pada pelajaran mengarang menjadi berminat.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Mengarang
Mengarang berarti menyusun atau merangkai. Secara luas, mengarang dapat diartikan sebagai pekerjaan merangkai kata, kalimat, dan alinea untuk menjabarkan dan atau mengulas topic dan tema tertentu guna memeperoleh hasil akhir berupa karangan. Sebagai bahan perbandingan, di sini dikutipkan pendapat Widyamartaya dan Sudiati (1997:77). Menurut keduanya, mengarang adalah keseluruhan rangkaian kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada para pembaca untuk dipahami.


2.2 Pengertian Karangan
Karangan merupakan hasil penjabaran suatu gagasan secara resmi dan teratur tentang suatu topic atau pokok bahasan. Setiap karangan yang ideal pada prinsipnya merupakan uraian yang lebih tinggi atau lebih luas dari alinea.


2.3 Manfaat Mengarang
Seorang pengajar karang-mengarang bernama Bernerd Percy dalam bukunya yang berjudul The Power of Creative Writing mengungkapkan sekurang-kurangnya ada enam manfaat karang mengarang, yaitu sebagai berikut.
1. Sarana untuk pengungkapan diri
Kadang hati seseorang dapat begitu tersenuth saat mengalami peristiwa atau kejadian tertentu sehingga orang itu merasa perlu mengungkapkan gejolak yang ada dalam dirinya. Cara pengungkapan diri ini biasanya berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. Ada orang yang mengungkapkannya dengan bersiul-siul, berjingkrak-jingkrak, melahap makanan dalam jumlah banyak, menciptakan lagu, dan sebagainya. Mengarang seuntai sajak atau menulis serangkaian kalimat juga merupakan salah satu sarana untuk mengungkapkan perasaan seseorang.

2. Sarana untuk memahami sesuatu
Pada saat mengarang, seseorang mengungkapkan gagasannya dan menyempurnakan penangkapannya terhapad sesuatu sehingga akhirnya ia dapat memperoleh pemahaman yang baru atau yang lebih mendalam tentang hal yang sedang ditulisnya.

3. Sarana untuk mengembangkan kepuasan pribadi , kebanggaan, dan rasa harga diri
Rasa bangga, puas, dan harga diri merupakan imbalan dari keberhasilan seseorang melahirkan suatu karya tulis. Selanjutnya, perasaan itu akan membangkitkan kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri untuk terus menciptakan karya-karya tulis lainnya.

4. Sarana untuk meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap terhadap lingkungan sekeliling
Dengan sering mengarang, seseorang dapat mempertinggi kesiagaan indranya dan mengembangkan daya serapnya pada tingkat jasmani, perasaan, maupun kerohanian.

5. Sarana untuk melibatkan diri dengan penuh semangat
Dengan jalan mengarang atau menulis, seseorang dapat mengungkapkan gagasan, menciptakan sesuatu, dan secara giat melibatkan diri dengan hasil ciptaannya.

6. Sarana untuk mengembangkan pemahaman dan kemampuan mempergunakan bahasa
Tujuan paling umum seseorang masuk sekolah adalah untuk mencapai kemampuan membaca, mengerti apa yang ditulis orang, serta kemampuan memakai kata-kata dalam tulisan untuk menyampaikan keterangan pada orang lain. Jelaslah bahwa kegiatan mengarang sangat bermanfaat untuk membantu tercapainya tujuan tersebut.


2.4 Pentingnya Mengarang
Menurut Hairston (1986), ada beberapa alas an yang dapat dikemukakan mengenai pentingnya mengarang, antara lain sebagai berikut.
1. Sarana untuk menemukan sesuatu
Dengan menulis, kita dapat merangsang daya piker sehingga bila dilakukan secara intensif akan dapat membuka penyumbat otak dalam rangka mengangkat ide dan informasi yang ada di alam bawah sadar pemikiran kita.

2. Memunculkan ide baru
Hal ini terjadi kalu kita membuat hubungan antara ide yang satu dengan ide yang lain, kemudian melihat keterkaitannya secara keseluruhan.

3. Melatih kemampuan mengorganisasi dan menjernihkan berbagai konsep atau ide
Pada saat menuliskan berbagai ide tersebut berarti kita harus dapat mengaturnya di dalam suatu bentuk tulisan yang padu.

4. Melatih sikap objektif yang ada pada diri seseorang
Dengan menuliskan ide-ide tersebut ke dalam suatu tulisan, berate kita akan melatih diri kita untuk membiasakan diri membuat jarak tertentu terhadap ide yang kita hadapi dan mengevaluasinya.

5. Membantu untuk menyerap dan memproses informasi
Bila kita akan menulis sebuah topic, kita harus belajar tentang topic itu dengan baik. Apabila kegiatan seperti itu dilakukan terus-menerus maka kita akan dapat mempertajam kemampuan dalam menyerap dan memproses informasi.
6. Melatih untuk berpikir aktif
Kegiatan menulis dalam sebuah bidang ilmu akan memungkinkan kita untuk menjadi aktif dan tidak hanya menjadi penerima informasi.

Dengan berbagai alasan yang dikemukakan di atas, jelaslah bahwa mengarang akan membuat kita semakin arif, pikiran dan perasaan mudah tergerak, serta tanggap dan mampu memberikan reaksi positif terhadap perkembangan di lingkungan yang selalu dinamis.


BAB III
PROSES PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan angket kepada para siswa SMA Negeri 1. Unggulan Sibolga.
Responden yang terpilih adalah respond yang memenuhi syarat, antara lain: sekolah di SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga dan mengerti apa yang dimaksud dengan mengarang.


3.1 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di lingkungan SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga.


3.2 Populasi dan Sampel
3.2.1 Populasi
Populasi dan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 1994:5).
Dengan demikian populasi merupakan keseluruhan objek yang diteliti. Dalam penelitian ini, populasi terdiri dari seluruh siswa SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga.

TABEL 1
Jumlah Siswa SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga
No. Kelas Jumlah Siswa
1 X-1 20 orang
2 X-2 20 orang
3 XI IPA 1 20 orang
4 XI IPA 2 20 orang
5 XII IPA 1 20 orang
6 XII IPA 2 20 orang


3.2.2 Sampel
Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam suatu wilayah penelitian, maka penelitiannya adalah penelitian populasi. Tetapi apabila yang hendak diteliti hanya sebahagian dari populasi, maka penelitiannya disebut penelitian sampel.
Sugiyono (1994:7) menyatakan bahwa sampel adalah sebahagian dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Hadi (Narbuko dan Ahmadi, 1991:107) sampel adalah sebahagian individu yang diselidiki dari kesuluruhan individu penelitian.
Dalam penelitian ini, sampel terdiri dari 20 orang siswa kelas XI IPA 1, 20 orang siswa kelas XI IPA 2, 20 orang siswa kelas XII IPA 1, dan 20 orang siswa kelas XII IPA 2.


3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini berpedoman kepada pendapat Komaruddin (1974:122), sebagai berikut : “Teknik pengumpulan data yang kerap kali dipergunakan dalam penyelidikan misalnya wawancara, daftar pertanyaan skala objektif, teknik proyeksi, dan pengamatan tindak-tanduk.
Atas dasar pernyataan tersebut, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data:
1. Daftar Pertanyaan (Angket), yaitu teknik pengumpulan data dengan cara membagikan daftar pertanyaan kepada responden yang ada relevansinya dengan kegiatan mengarang.


3.4 Teknik Analisa Data
Analisis data dilakukan dengan cara mengelompokkan responden ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok pendukung, bukan pendukung, dan acuk tak tidak. Pengelompokan tersebut diperolah dari hasil pertanyaan-pertanyaan angket.
Untuk mengambil kesimpulan tentang minat siswa SMA Negeri 1 Unggulan terhadap pelajaran mengarang, dapat dilihat dari hasil analisis data. Jika kelompok pendukung lebih banyak daripada dua kelompok lain, maka minat siswa SMA Negeri 1 Unggulan terhadap pelajaran mengarang dapat dikatakan besar. Sebaliknya, jika dua kelompok lain itu yang lebih besar maka dapat disimpulkan bahwa minat siswa SMA Negeri 1 Unggulan terhadap pelajaran mengarang itu kurang atau dapat dikatan mereka tidak berminat.


BAB IV
HASIL PENELITIAN

4.1 Hasil Angket
Angket ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang bersifat terbuka. Angket ditujukan untuk mengetahui secara umum gambaran bagaimana ketertarikan responden terhadap pelajaran mengarang.


4.2 Analisis data
Pengelompokan penjawab dibagi menjadi tiga, yaitu kelompok A: kelompok pendukung, B: kelompok bukan pendukung, dan C: kelompok yang acuh tak acuh. berdasarkan data selanjutnya dapat dihitung kelompok siswa yang termasuk memilih A, B, atau C.
• Kelompok A :
13 siswa x 100%= 16,25%

• Kelompok B :
49 siswa x 100%=61,25%

• Kelompok C :
18 siswa x 100%= 22,5%


TABEL 2
Hasil Persentase Angket
No. Kelompok Persentase
1 A 16,25%
2 B 61,25%
3 C 22,5%


BAB V
PEMBAHASAN

Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa siswa SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga kurang berminat terhadap pelajaran mengarang. Hal ini didasarkan pada hasil angket. Kelompok pendukung mendapat persentase terkecil, yaitu 16,25%. Sedangkan kedua kelompok lain mendapat persentase sebanyak 82,75%, dengan perincian kelompok bukan pendukung sebanyak 61,25% dan kelompok acuh tak acuh sebanyak 22,5%.
Ketidakminatan para siswa tersebut didasarkan oleh berbagai macam factor, antara lain:
1. Sulit berbahasa Indonesia yang baik dan benar
Dalam mengarang, kita dituntut untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pengetahuan siswa yang kurang tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, seperti pembentukan kata, penyusunan kelompok kata, penyusunan kalimat, serta penguasaan ejaan dan tanda baca yang baik dan benar menyulitkan siswa untuk bebas mengutarakan isi pikirannya. Hal ini membuat siswa kurang berminat untuk mengarang.

2. Sulit berimajinasi
Dalam mengarang, imajinasi sangat dibutuhkan. Namun beberapa siswa sangat sulit untuk berimajinasi. Sehingga malas untuk mengarang.

3. Sulit menemukan topic/tema
Sebelum mengarang, kita harus menentukan topic atau tema. Topic atau tema inilah yang menjiwai karangan dan harus dijabarkan dengan sebaik-baiknya, serta menjadi benang merah karangan dari awal sampai akhir. Banyak dari siswa yang sangat sulit untuk menemukan topic atau tema yang akan ia kembangkan menjadi sebuah karangan.

4. Sulit membuat paragrap yang koheren satu sama lain
Karangan yang baik haruslah memiliki paragraph yang koheren satu sama lain. Namun, beberapa siswa sangat sulit untuk menemukan kata-kata yang tepat untuk mendukung kekoherenan suatu paragraph. Sehingga mereka kurang berminat untuk mengarang.


BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut.
1. Pelajaran mengarang mempunyai kelompok pendukung paling sedikit.
2. Siswa SMA Negeri 1 Unggulan kurang berminat terhadap pelajaran mengarang.
3. Berdasarkan hasil angket yang disebarkan, mereka kurang berminat terhadap pelajaran mengarang karena hal-hal berikut.
• Sulit berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
• Sulit berimajinasi.
• Sulit menemukan topik/tema.
• Sulit membuat paragrap yang koheren satu sama lain.


6.2 Saran
Berdasarkan hasil-hasil penelitian di atas, penulis menyarankan:
1. Sebaiknya guru yang memberikan tugas mengarang dapat memberikan penjelasan bagaimana mengarang yang mudah dan benar.
2. Hendaknya ada pelatihan khusus tentang karang-mengarang. Sehingga kesulitan-kesulitan siswa dalam mengarang dapat teratasi.


DAFTAR PUSTAKA

Tim Edukatif. 2006. Kompeten Berbahasa Indonesia untuk SMA kelas XI. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Nursisto. 2000. Penuntun Mengarang. Jakarta : Adicita.
Finoza Lamuddin. 2005. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta : Diksi Insan Media.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Contoh Karya Tulis

PENGGUNAAN NARKOBA DIKALANGAN
PARA REMAJA

D
I
S
U
S
U
N

OLEH:
OBER SIREGAR
XI IPA-1



SMA N 1 SIBOLGA
Jl. Sutoyo Siswomihardjo Sibolga


KATA PENGANTAR


Puji dan syukur saya haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah banyak memberikan kasih sehingga saya dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan baik.
Adapun tujuan dari membuat karya ilmiah ini yaitu untuk memupuk kesadaran kita khususnya para remaja akan pentingnya bahaya NARKOBA yang sering muncul di tengah-tengah kita.
Saya juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Bapak S. Lumbantobing atas arahan dan bimbibngannya, orangtua, yang selalu memberikan dukungan serta teman-temanku semuanya.
“Tak ada Gading yang tak Retak”, apabila ada kata-kata yang tidak baik dan ada kekurangan dalam penulisan karya ilmiah ini, saya mohon maaf. Saran dan kritik yang membangun sangat saya butuhkan dalam perkembangan penulisan ini.



Sibolga, Januari 2009


Penulisan

PENDAHULUAN



1.1 LATAR BELAKANG
Dimasa modern sekarang ini peredaran NARKOBA sudah tidak bisa ditolerir,tidak memandang lingkungandan usia .Banyak anak-anak yang masih memerlukan bimbingan dalam proses peralihan menuju kedewasaan,terserang atau tergoda oleh NARKOBA.
NARKOBA sungguh-sungguh telah anak-anak khususnya para remaja .yang masih duduk di bangku sekolah , padahal telah diadakan penyuluhan-penyuluhan beberapa kali di sekolah-sekolah tapi NARKOBA tetap merasuki pikiran para pelajar yang masa depannya masih dipertanyakan.
Masa depan yang seharusnya menjadi tujuan atau akhir dari perjuangan para pelajar dimasa-masa sekolah kini dipertanyakan statusnya . Jika NARKOBA terus berkembang dan menggoda para pelajar agar mengalihkan pandanganny pada NARKOBA maka para pelajar yang akan menjadi penerus bangsa akan kandas di tengah jalan.


1.2 TUJUAN PENELITIAN
-Untuk mengetahui bahaya NARKOBA serta jenis-jenisnya
-Untuk mengetahui tingkat pengetahuan para remaja atau pelajar tentang NARKOBA.
-Untuk m,engetahui penyebab para remaja atau pelajar menggunakan NARKOBA.


1.3 RUMUSAN MASALAH
-Apa sesungguhnya NARKOBA itu?
-Apa dampak yang diakibatkan oleh NARKOBA kepada para pelajar atau remaja?
-Mengapa para remaja atau pelajar tersebut menggunakan NARKOBA?

1.4 METODE PENELITIAN
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara memebagikan atau menyebarkan angket kepada para pengguna atau pemakai NARKOBA yang masih berusia remaja.

1.5 MANFAAT PENELITIAN
Manafaat karya tulis ini yaitu kita khususnya para remaja yang masih duduk di bangku sekolah dapat lebih memami dan sadar akan bahaya NARKOBA.

BAB II
2.0 LANDASAN TEORI

2.1 PENGERTIAN NARKOBA
NARKOBA adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bunga tanaman baik sintesis maupun semisintesis yang dapat menyebabkan penurunan perubahan kesadaran , hilangnya rasa , sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulakan ketergantungan serta kecanduan.





2.2 JENIS-JENIS NARKOBA YANG SERING DISALAHGUNAKAN
a) OPIODA
Yaitu nama segolongan zat alamiah , semisintetik maupun sintetik yang diambil dari bagian pohon POPPY , pertama akli ditemukan di Asia Kecil , digunakan untuk pengobatan oleh bangsa Mesir , kemudian akhirnya menyebar ke Yunani. Selain digunkan sebagai obat Opioda juga digunkan sebagai alat untuk menimbulkan rasa senang. Yang termasuk Opioda adalah:
Opiat/Oipium
-Morfin
-Heroin
-Kodein
-Opiat Sintetik



b) KOKAIN
Kokain merupakan zat yang sangat kuat berupa bubuk Kristal putih yang disuling dari daun Coca ( Erythroxylan Coca) yang tumbuh di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Sedangkan Kokain freebase adalah kokain yang diproses untuk menghilangkan kemurnian dan campurannya sehingga dihisap berbentuk kepingan kecil (rocks/batu) sebesar kismis. Salah satu kokain yang popular adalah Crac.

c) KANABIS/MARIYUANA/GANJA
Kanabis berasal dari tanaman dengan nama Cannabis Satifa dan Cannabis Indica yaitu sejenis tanaman perdu yang biasanya digunakan sebagai obat relaksasi untuk mengatasi intoksidasi ringan. Seseorang yang baru saja menggunakan Kanabis sering kali memeperlihatkan tanda-tanda mabuk dengan mata merah dan bola mata membesar.

d) SEDATIVA
Sedativa atau sedative-hipotonik merupakan zat yang dapat mengurangi berfungsinya sistem saraf pusat.

e) EKSTASI
Ekstasi dikenal dalam dunia pengobatan sebagai Methydioxy Methampetamin dengan nama populernya MDMA.Ekstasi obat sintesis yang dikembangkan oleh perusahaan ERNTS MERK di Jerman pada tahun 1914.
Pada waktu itu Ekstasi digunakan untuk meningkatkan daya tahjan prajurit di Amerika digunakan pengobatan pasien yang sudah parah.

f) SHABU-SHABU
Shabu-shabu merupakan komoditas baru yang sedang laris. Zat ini mempunyai nama kimia Methamfetamine yang mempunyai kesamaan sifat dengan Ekstasi yang sama-sama tergolong dalam zat psikotropika stimulasia otak yang dapat menyebabkan ketergantungan.
Segementasi pasar dari shabu-shabu adalah para eksekutif , professional dan kaum selebritis. Zat ini menyebabkan lepasnya neurotransmitter dopamine dari ujung-ujung saraf ke bagian otak yang mengatur perasaan kenikmatan . Penghentian termasuk persaan kesal , tertekan , tegang , gelisah , sulit berkonsentrasi, lapar , pusing , serta dapat menyebabkan kecanduan.
Beberapa kasus menunjukkan dampak desturktif shabu-shabu yaitu menyebabkan orang menjadi ganas, agiatif serta meningkatkan kepercayaan diri yang tinggi berbuntut tingkah laku yang brutal.

BAB III
PROSES PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan angket kepada para remaja di Sibolga. Pengisian dilakukan dengan cara para responden menuliskan jawaban-jawaban sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan di atas lembar angket yang telah diberikan.
Responden yang terpilih adalah responden yang memenuhi syarat , antara lain berada di Sibolga , pelajar SMP/SMA atau yang telah berumur 14-19 tahun dan menggunakan atau memakai NARKOBA. Penybaran angket merata , meliputi berbagai lapisan remaja yang memakai NARKOBA , yaitu : pelajar SMP , pelajar SMA , pelajar SMK dan remaja putus sekolah.

3.1 LOKASI PENELITIAN
Pengambilan lokasi responden dilakukan di beberapa tempat yang di prediksi banyak memakai NARKOBA seperti di Jl. Murai da Kawasan Aek Habil.

3.2 CARA MENGANALISIS DATA
Analisis data dilakukan dengan cara menganalisa jawaban-jawaban yang telah diberikan responden yang tercantum pada angket .
Dari hasil yang diperoleh dirangkum beberapa kesimpulan tentang pengaruh NARKOBA di kalangan para remaja Sibolga.



BAB IV
HASIL PENELITIAN


4.1 HASIL ANGKET
Angket ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang bersifat umum dan terbuka. Angket ditujukan untuk mengetahui secara umum gambaran tentang NARKOBA di mata para remaja.

No Penyebab menggunakan NARKOBA JUMLAH RESPONDEN PERSENTASE
1 PERGAULAN 28 75%
2 STRESS 9 25%


No Pengetahuan tentang NARKOBA JUMLAH RESPONDEN PERSENTASE
1 TAHU 34 91%

2 TIDAK TAHU 3 9%


No Dampak terhadap
Sekolah JUMLAH RESPONDEN PERSENTASE
1 ADA 25 67%
2 TIDAK ADA 12 33%



BAB V
PEMBAHASAN


5.1 HASIL ANGKET
Dari jawaban-jawabanpara responden yang tertuang di dalam angket didapatkan hasil sebagai berikut:

- Dimata para remaja , NARKOBA adalah zat yang berbahaya untuk untuk dikonsumsi dan disalah gunakan .Tetapi,mereka menganggap bahwa hanya NARKOBAlah yang yang bisa memberikan ketenangan kepada mereka dikala mereka dikala mereka mempunyai masalah atau stress.

- Dampak yang diakibatkan kepada para remaja pengguna NARKOBA khususnya terhadap sekolah mereka adalah sekolah mereka menjadi terbengkalai dan mereka menjadi putus sekolah. Namun, tetap ada beberapa remaja yang tidak memikirkan pengaruh NARKOBA terhadap sekolahnya.


 Penyebab para remaja-remaja Sibolga memakai NARKOBA adalah sebagai berikut:
• 75% mengatakan karena pergaulan yang mengharuskan mereka memakai NARKOBA
• 25% mengatakan karma ingin menenangkan diri dari banyaknya masalah atau stress.

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN


6.1 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:

1. Kesadaran mereka akan bahaya NARKOBA masih kurang dan mereka salah mengartikan bahwa NARKOBA itu adalah jalan satu-satunya untuk mendapatkan pergaulan yang lebih layak dan mengatasi masalah.

2. Secara umum, remaja yang memakai NARKOBA di Sibolga telah rusak masa depannya karena telah tergoda oleh NARKOBA.


3. Dari hasil penelitian yang diperoleh, penyebab mereka memakai NARKOBA adalah sebagai berikut:
o Karena pergaulan bebas di kalangan remaja.
o Karena terjerat banyak masalah dan stress.


6.2 SARAN
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan:
1. Agar lebih sering dilakukan penyuluhan-penyuluhan tentang NARKOBA dan pengaruh yang ditimbulkannya di kalangan para remaja khususnya yang duduk di bangku sekolah.

2. Hendaknya aparat yang berwajib terkait masalah ini lebih giat lagi dalam memberantas NARKOBA.

3. Hendaknya sekolah-sekolah lebih sering melakukan razia kepada para murid-muridnya agar para remaja tidak ada yang menyebarkan NARKOBA di sekolah-sekolah.

4. Hendaknya para orangtua lebih mengenal dan mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus NARKOBA.




DAFTAR PUSTAKA


Ain Tanjung,H.Mastar,BA,2003. Naerkoba Sumber Bencana Musuh Bangsa. Anti Narkoba Sumatera Utara : Lembaga Terpadu Pemasyarakatan Anti Narkoba.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS