KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan karunia –Nya kami dapat menyelesaikan proposal ini.
Proposal ini dibuat untuk memenuhi tugas kesenian di SMA Negeri 1 Sibolga. Proposal ini memberikan arahan agar kita dapat mengetahui cara bagaimana mempersiakan suatu pergelaran seni karya musik dengan alat yang sangat sederhana sekaligus mengembangkan kreativitas siswa dalam bidang seni.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan proposal maupun dalam perencenaan pergelaran yang akan dilaksanakan antar lain
- Ibu M. Butar-Butar selaku guru pembimbing
- Orang Tua yang telah memberikan motivasi dan dukungan maupun biaya
- Teman-teman yang selalu memberikan semangat dan ide-ide kepada kami
Kami berharap proposal dapat bermanfaat kepada pembaca. Kami menyadari masih banyak kekurangan yang pembaca temui dalam proposal ini. Untuk itu demi perbaikan proposal ini, pembaca bisa membeikan saran maupun kritikan yang membangun.
Sibolga, - Mei 2009
Tim Penulis
A. LATAR BELAKANG
Kita mengetahui bahwa perkembangan musik dunia pada zaman sekarang ini sangatlah pesat. Berbagai jenis musik baru bermunculan dimana-mana, mereka belomba-lomba menunjukkan keunggulan dari setiap musik yang mereka temukan. Contohnya saja musik manca Negara yang sudah merambat dan berkembang di berbagai belahan dunia.
Sebagian Negara di dunia menyambut baik jenis musik manca Negara tersebut bahkan menjadi pecinta musik manca Negara, sampai terkadang mereka lebih menyukai musik manca Negara disbanding jenis musik yang ada di Negaranya sendiri.
Khusu di Indonesia, akibat dari masuknya musik manaca Negara kita dapat melihat lama-kelamaan musik nusantara seperti musik-musik daerah di Indonesia cenderung hilang dari masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena ada yang menganggap bahwa nusik Indonesia itu kuno dan sudah ketinggalan zaman.
Bedasarkan pandangan inilah dibuat suatu pergelaran yang diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat masyarakat Indonesia akan musik nusantara baik musik tradisional maupun non-tradisional dengan penampilan yang kreativ sekalgus mempertahankan musik nusantara sehingga tidak ditelan zaman.
B. TEMA KEGIATAN
“Dengan pergelaran musik,Kita kembangkan semangat musik nusantara sebagai identitas bangsa lewat apresiasi yang kreatif.”
C. TUJUAN KEGIATAN
Tujuan yang hendak di capai dari pergelaran ini adalah:
1.Memotivasi pembentukan sikap terhadap musik nusantara
2.Untuk mempertahankan semangat kebudayaan nusantara khususnya di bidang musik
3.Untuk mengembangkan semangat dalam pengembangan musik nusantara
4.Untuk menambah kekreatifan siswa dalam melaksanakan suatu pergelaran yang menarik.
D.PESERTA
Dalam pergelaran ini, kami turut mengundang:
-Bapak Walikota Kota Sibolga atau yang mewakili 1 orang
-Bupati Tapanuli Tengah atau yang mewakili, 1 orang
- Pejabat-Pejabat Pemerintahan Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah, 10 orang
- Para Donatur/sponsor pergelaran, 6 orang
- Kepala Sekolah dari setiap sekolah dan SMA Negeri 1 Sibolga, 6 orang
- Guru-guru dan Staf Tata Usaha SMA Negeri 1 Sibolga, 40 orang
- Perwakilan dari Setiap sekolah di Kota Sibolga, 6 orang
- Seluruih siswa SMA Negeri 1 Sibolga. 800 orang
- Undangan dari band 10 orang
Jumlah
880 orang
E.HASIL YANG DIHARAPKAN
- Tercapainya tujuan pergelaran musik nusantara di SMA Negeri 1 Sibolga
- Musik nusantara dapat dikembangkan dengan baik.
DASAR TEORI
Secara sederhana, pergelaran musik adalah sebuah kegiatan menunjukkan berbagai hasil karya seni berupa seni musik kepada orang lain.Kegitan ini merupakan ajang untuk menunjukkan kemampuan kita dalam menghasilkan karya seni musik berupa lagu dan permaenan musik. Selain itu dengan kegiatan tersebut, kita belajar untuk menghargai kemampuan orang lain dalam berseni.Dengan kegiatan itu pula, tidak jarang kita akan mendapatkan banyak masukan , baik berupa ide maupun kritik terhadap karya-karya kita.
Dengan demikian , kita dapat memperbaiki kelemahan kita sekaligus memacu kita untuk menghasilkan karya yang lebih baik.
Dari uraian tersebut , dapat kita uraikan bahwa pergelaran musik memiliki fungsi sebagai berikut.
1. Media aktualisasi diri bagi para pencipta karya musik.
Dengan adanya pergelaran, seseorang memiliki kesempatan untuk mengaktualisasikan atau mengekspresikan dirinya. Dia akan berusaha menciptakan karya –karya musik yang bagus untuk kemudian diperlihatkan kepada orang lain pada kesempatan pergelaran.
2. Media pengembangan bakat.
Pergelaran musik adalah kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan bakat bermusik. Melalui pergelaran, Ia akan mendapatkan tanggapan, ide , kritikan , serta masukan dari pendegar atau penonton tentang karya – karya musiknya. Melalui proses itu, ia akan berusaha memperbaiki dan menciptakan hal-hal baru yang lebih baik , dan kemudian mementaskan nya kembali. Prose situ akan terus berlangsung sehinggga bakatnya terus berkembang.
3. Media apresiasi.
Melalui pergelaran musik, karya seseorang mendapat apresiasi dari orang lain. Dengan dating dan mendengarkan sajian karya musik pada dasarnya seseorang telah memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap pencipta dan karya musiknya karya tersebut.ia pun dapat memeberikan penilaian tehadap sajian tersebut sebagai bentuk apresiasinya pula. Penilaian itu tentu menjadi masukan yang berharga bagi sang pencipta misik untuk memebuat karya-karya yang lebih baik lagi.
F.PERENCANAAN PROGRAM PERGELARAN
1. NAMA KEGIATAN
PERGELARAN PENGEMBANGAN MUSIK NUSANTARA SMA NEGERI 1 SIBOLGA.
2.PANITIA PENYLENGGARA
Ketua Panitia : Ober Siregar
Sekretaris : Ulises EsterLina
Bendahara : Nurintan P
Seksi
•Seksi Dana : Nurintan P
•Seksi Penata Teknis : Irvan Desdodo ginting
•Seksi Akomodasi : Dodi Pratama
•Seksi Dekorasi : Yurlin Hondro
•Seksi Dokumentasi : Najmi Ariady
•Seksi Konsumsi : Riris
•Seksi Peralatan : Carolus F.C .N
•Seksi Keamanan : Boris Frans
•Seksi perlengkapan : Cintya M
G.ALOKASI DANA
PEMASUKAN
Seksi Dana
Osis Rp. 5.000.000,-
Iuran perorangan Rp. 4.000.000,-
Donatur orang tua siswa:
- Kelas X Rp. 5.000.000,-
- Kelas XI Rp. 8.000.000,-
- Kelas 3XII Rp. 3.000.000,-
Kepala Sekolah Rp. 5.000.000,-
Guru dan staf pegawai Rp. 8.000.000,-
Sponsor
- Telkomsel Rp. 10.000.000,-
- Teh botol sosro Rp. 5.000.000,-
- Aqua Rp. 10.000.000,-
- Axis Rp. 5.000.000,-
- Dinas Pendidikan Rp. 10.000.000,-
- Dinas Kebudayaan Rp. 15.000.000,-
Jumlah
Rp.. 9.300.000,-
PENGELUARAN
Seksi Konsumsi
1. Selama Latihan 2 kali pertemuan
Perincian Biaya
- Pemilihan lagu - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,-
- Roti 25 bungkus Rp. 50.000,-
- Mengaransemen lagu - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,-
- Roti 30 bungkus Rp. 60.000,-
- Membaca Not - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,-
- Roti 25 bungkus Rp. 50.000,-
- Makanan Selingan Rp. 40.000,-
- Mempelajari syair lagu - Aqua 1 kotak Rp. 25.000,-
- Roti 25 bungkus Rp. 25.000,-
- Buah-buahan Rp. 15.000,-
- Gladi bersih - Aqua 2 kotak Rp. 50.000,-
- Roti 50 bungkus Rp. 50.000, - Selingan Rp. 25.000,-
2.Konsumsi acara puncak
Makanan
-Nasi kotak
Siswa (Rp.10.000,- x 800 orang) Rp. 8.000.000,-
Guru (Rp. 15.000,- x 40 orang) Rp. 600.000,-
Undangan (Rp.17.500 x 30 orang) Rp. 525.000,-
Pemain (Rp.15.000 x 5 orang) Rp. 75.000,-
Dan lain-lain (Rp.10.000 x 10 orang) Rp. 100.000,-
Minuman
- Aqua Gelas untuk siswa (Rp.500,- x 800 orang) Rp. 400.000,-
- Aqua botol untuk guru ( Rp. 2.500,- x 40 orang) Rp. 100.000,-
- Sosro untuk undangan (Rp.2.500,- x 30 orang) Rp. 75.000,-
Makanan Selingan
- Buah-buahan Rp. 870.000,-
- Lain-lain Rp. 100.000,-
Jumlah
Rp.11.435.000,-
Seksi Dekorasi
- Bunga panggung Rp. 500.000,-
- Taplak Meja 10 buah Rp. 300.000,-
- Bunga Meja 10 buah Rp. 250.000,-
- Latar panggung Rp. 500.000,-
Jumlah
Rp.1.550.000,-
Seksi Keamanan
- Polisi 10 orang Rp. 2.500.000,-
- Tukang parker 2 orang Rp. 400.000,-
+
Rp. 2.900.000,-
Seksi Akomodasi
1. Transportasi
- Selama latihan
Angkot Rp. 10.000,- pulang pergi, 10 x pertemuan Rp. 100.000,-
2.Transportasi bus saat acara puncak
1 x pertemuan x Rp. 750.000,-
3.Promosi
- Spanduk 3 lembar x Rp. 350.000,- Rp. 1.050.000,-
- Surat Undangan
Siswa Rp.1.000,- x 800 orang Rp. 800.000,-
Guru Rp. 1.500,- x 40 orang Rp. 60.000,-
Undangan Rp. 20.000,- x 30 orang Rp. 60.000,-
+
Rp. 2.820.000,-
Seksi Peralatan
1. Sound System Rp.200.000,- x 8 buah Rp. 1.600.000,-
2. Sewa 7 alat band yang terdiri dari
- Keyboard 1 buah Rp. 750.000,-
- Dram set 1 buah Rp. 500.000,-
- Gitar Listrik 2 buah Rp. 500.000,-
- Mic 5 buah Rp. 500.000,-
- Alat Sederhana:
Maracas, botol, Pianika, gitar, Gendang Rp. 500.000,-
- Tape 1 buah Rp. 150.000,-
3. Teknisi Rp. 500.000,-
+
Rp. 4.100.000,-
Seksi Penata Teknis
1. Lampu sorot 3 buah Rp. 4.500.000,-
2. Lampu untuk penonton 18 buah Rp. 450.000,-
3. Kursi
- Siswa 800 orang Rp. 8.000.000,-
- Guru 40 orang Rp. 8.000.000,-
- Undangan 30 orang Rp. 3.000.000,-
- dan lain-lain (polisi, tukang parkir, pemain) Rp. 400.000,-
4. Taratak
- 1 buah ukuran 5x10 m (Ruang ganti) Rp. 7.500.000,-
- 2 buah ukuran 10x10 m ( panggung &VVIP)
- 2 buah ukuran 15x 20 m ( Guru &siswa)
. Meja 10 buah Rp. 2.000.000,-
Sewa Tempat Rp. 8.000.000,-
+
Rp.10.000.000,-
Seksi perlengkapan
1. Kostum
Sewa kostum
Penampilan Vokal ( Rp 150.000,- x 5 orang) Rp. 750.000,-
Penampilan Campuran ( Rp. 150.000 x 5 orang) Rp. 750.000,-
Penampilan Instrumental ( Rp. 150.000 x 5 orang) Rp. 750.000,-
2. Tata Rias
Pemain (Rp. 500.000,- x 5 Orang) Rp. 2500000,-
Dll Rp. 500.000,-
3. Aksesoris
Gelang
Kalung
Topi Rp. 500.000,-
+
Rp.33.850.000,-
Pemasukan Rp. 93.000.000,-
Pengeluaran Rp. 66.655.000,-
Gaji seluruh anggota Rp. 15.000.000,-
Dan lain-lain Rp. 10.000.000,-
-
Sisa Rp. 1.345.000,-
( Catatan: Sisa dimasukkan ke kas osis. )
H. WAKTU DAN PELAKSANAAN PERGELARAN
Pergelaran dilaksanakan pada:
Hari dan tanggal : Sabtu,20 Juni 2009
Waktu : 19.00 sampai dengan selesai
Tempat : Stadion Horas Sibolga
I. PENUTUP
Demkian proposal kegiatan ini semoga dapat memenuhi harapan kita semua, kami sangat mengharapkan dukungn dan partsipasi bapaik dan ibu. Atas perhatian bapak ibu kami ucapkan terima kasih.
Ketua Sekretaris
Ober Siregar Ulises Esterlina
Proposal Seni
KARYA TULIS
MINAT SISWA SMA NEGERI 1SIBOLGA
TERHADAP PELAJARAN MENGARANG
D
I
S
U
S
U
N
OLEH : OBER SIREGAR
KELAS XI IPA
SMA NEGERI 1 SIBOLGA
T.A 2008/2009
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. Berkat limpahan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan karya tulis ini tepat waktu.
Penulis tetap menyadari bahwa penulisan karya tulis ini masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan dan pengalaman penulis yang cukup dangkal dan terbatas. Kendala ini dapat diatasi karena tidak sedikit perhatian dan bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak yang telah membantu penyelesaiannya. Untuk itu penulis merasa mempunyai hutang budi yang tidak terhingga, dan dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya dan dari lubuk hati yang paling dalam kepada :
1. Bapak Sabar Lumbantobing, selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang telah membimbing penulis dalam penulisan karya tulis ;
2. Ibu T. G. Simamora, selaku petugas perpustakaan yang telah membantu penulis dalam menemukan buku referensi untuk penulisan karya tulis ;
3. Orangtua, yang telah memberikan dukungan dan perhatian kepada penulis ;
4. Teman-teman, yang telah membantu penulis dalam menjawab angket yang diperlukan untuk penulisan karya tulis ;
5. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu, telah banyak membantu penulis dalam penulisan karya tulis.
Penulis berharap karya tulis ini dapat menambah wawasan masyarakat, khususnya para pelajar, tentang pentingnya pelajaran mengarang.
Terakhir, penulis tetap terbuka untuk menerima segala bentuk kritikan dan perbaikan. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan ridho, taufiq, dan karuniaNya kepada kita semua.
Sibolga, Januari 2009
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......... ii
DAFTAR ISI ............. iii
DAFTAR TABEL ........... iv
BAB I PENDAHULUAN ....... 1
1.1 Latar Belakang ........ ....1
1.2 Rumusan Masalah .............1
1.3 Tujuan Penelitian ...........2
1.4 Manfaat Penelitian...........2
BAB II LANDASAN TEORI.......3
2.1 Pengertian Mengarang ........3
2.2 Pengertian Karangan .........3
2.3 Manfaat Mengarang ...........3
2.4 Pentingnya Mengarang.........4
BAB III PROSES PENELITIAN.....6
3.1 Lokasi Penelitian ........6
3.2 Populasi dan Sampel.......6
3.2.1 Populasi................6
3.2.2 Sampel..................6
3.3 Teknik Pengumpulan Data...7
3.4 Teknik Analisa Data.......7
BAB IV HASIL PENELITIAN.......8
4.1 Hasil Angket ............8
4.2 Analisis Data ...........8
BAB V PEMBAHASAN .......... 9
BAB VI PENUTUP .............10
6.1 Kesimpulan ...............10
6.2 Saran ....................10
DAFTAR PUSTAKA ................11
LAMPIRAN .....................12
RIWAYAT HIDUP PENULIS ........ 13
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mengarang merupakan kemampuan berkomunikasi melalui bahasa yang tingkatannya paling tinggi. Empat jenjang kemampuan berbahasa yang melekat pada setiap manusia normal adalah menyimak, berbicara, membaca, dan menulis atau mengarang. Secara kronologis, keempatnya tumbuh dalam diri setiap individu. Pada tingkatan paling sederhana, yaitu dalam wujud kemampuan berkomunikasi langsung dengan bahasa lisan, kita memiliki kemampuan menyimak dan berbicara. Selanjutnya tahap yang setingkat lebih tinggi adalah membaca, dan yang paling rumit adalah menulis atau mengarang dalam bentuk bahasa tulis.
Atas dasar asumsi di atas, sungguh tepat bila upaya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia harus dijembatani dengan menggalakkan kegiatan menulis atau mengarang. Hal ini disebabkan kemampuan mengarang membutuhkan penguasaan materi-materi pendukung sebagai modal dasar, seperti penguasaan kosakata, diksi, penyusunan kalimat, pembentukan paragraph, pemahaman secara aplikatif tentang ejaan dan tanda baca, logika, serta struktur berpikir yang runtut.
Pada masa sekarang, khususnya di lingkungan SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga, jarang sekali ditemukan siswa yang berminat dengan pelajaran mengarang. Siswa yang berminat terhadap pelajaran mengarang bahkan dapat dihitung dengan jari. Mengapa hal itu terjadi? Apa yang menyebabkan mereka kurang berminat dengan pelajaran mengarang?
1.2 Rumusan Masalah
Menurut Hadari Nawawi (1985:15), suatu masalah muncul karena tidak terdapatnya keseimbangan antara yang diharapkan berdasarkan teori-teori atau buku-buku yang menjadi tolak ukur dengan kenyataan sehingga menimbulkan pertanyaan mengapa demikian atau apa sebabnya demikian. Di samping itu, masalah juga dapat muncul karena keragu-raguan tentang keadaan sesuatu dan kurang objektif.
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan mengarang?
2. Apa yang dengan karangan?
3. Apa manfaat mengarang?
4. Mengapa mengarang itu penting?
5. Mengapa siswa SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga kurang berminat terhadap pelajaran mengarang?
6. Apa penyebab siswa SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga kurang berminat terhadap pelajaran mengarang?
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
• Mengetahui minat siswa SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga terhadap pelajaran mengarang
• Mengetahui penyebab kurangnya minat siswa SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga terhadap pelajaran mengarang
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
• Agar siswa SMA Negeri 1 Unggulan yang kurang berminat pada pelajaran mengarang mengetahui betapa pentingnya kegiatan mengarang.
• Agar siswa SMA Negeri 1 Unggulan yang awalnya kurang berminat pada pelajaran mengarang menjadi berminat.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Mengarang
Mengarang berarti menyusun atau merangkai. Secara luas, mengarang dapat diartikan sebagai pekerjaan merangkai kata, kalimat, dan alinea untuk menjabarkan dan atau mengulas topic dan tema tertentu guna memeperoleh hasil akhir berupa karangan. Sebagai bahan perbandingan, di sini dikutipkan pendapat Widyamartaya dan Sudiati (1997:77). Menurut keduanya, mengarang adalah keseluruhan rangkaian kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada para pembaca untuk dipahami.
2.2 Pengertian Karangan
Karangan merupakan hasil penjabaran suatu gagasan secara resmi dan teratur tentang suatu topic atau pokok bahasan. Setiap karangan yang ideal pada prinsipnya merupakan uraian yang lebih tinggi atau lebih luas dari alinea.
2.3 Manfaat Mengarang
Seorang pengajar karang-mengarang bernama Bernerd Percy dalam bukunya yang berjudul The Power of Creative Writing mengungkapkan sekurang-kurangnya ada enam manfaat karang mengarang, yaitu sebagai berikut.
1. Sarana untuk pengungkapan diri
Kadang hati seseorang dapat begitu tersenuth saat mengalami peristiwa atau kejadian tertentu sehingga orang itu merasa perlu mengungkapkan gejolak yang ada dalam dirinya. Cara pengungkapan diri ini biasanya berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. Ada orang yang mengungkapkannya dengan bersiul-siul, berjingkrak-jingkrak, melahap makanan dalam jumlah banyak, menciptakan lagu, dan sebagainya. Mengarang seuntai sajak atau menulis serangkaian kalimat juga merupakan salah satu sarana untuk mengungkapkan perasaan seseorang.
2. Sarana untuk memahami sesuatu
Pada saat mengarang, seseorang mengungkapkan gagasannya dan menyempurnakan penangkapannya terhapad sesuatu sehingga akhirnya ia dapat memperoleh pemahaman yang baru atau yang lebih mendalam tentang hal yang sedang ditulisnya.
3. Sarana untuk mengembangkan kepuasan pribadi , kebanggaan, dan rasa harga diri
Rasa bangga, puas, dan harga diri merupakan imbalan dari keberhasilan seseorang melahirkan suatu karya tulis. Selanjutnya, perasaan itu akan membangkitkan kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri untuk terus menciptakan karya-karya tulis lainnya.
4. Sarana untuk meningkatkan kesadaran dan penyerapan terhadap terhadap lingkungan sekeliling
Dengan sering mengarang, seseorang dapat mempertinggi kesiagaan indranya dan mengembangkan daya serapnya pada tingkat jasmani, perasaan, maupun kerohanian.
5. Sarana untuk melibatkan diri dengan penuh semangat
Dengan jalan mengarang atau menulis, seseorang dapat mengungkapkan gagasan, menciptakan sesuatu, dan secara giat melibatkan diri dengan hasil ciptaannya.
6. Sarana untuk mengembangkan pemahaman dan kemampuan mempergunakan bahasa
Tujuan paling umum seseorang masuk sekolah adalah untuk mencapai kemampuan membaca, mengerti apa yang ditulis orang, serta kemampuan memakai kata-kata dalam tulisan untuk menyampaikan keterangan pada orang lain. Jelaslah bahwa kegiatan mengarang sangat bermanfaat untuk membantu tercapainya tujuan tersebut.
2.4 Pentingnya Mengarang
Menurut Hairston (1986), ada beberapa alas an yang dapat dikemukakan mengenai pentingnya mengarang, antara lain sebagai berikut.
1. Sarana untuk menemukan sesuatu
Dengan menulis, kita dapat merangsang daya piker sehingga bila dilakukan secara intensif akan dapat membuka penyumbat otak dalam rangka mengangkat ide dan informasi yang ada di alam bawah sadar pemikiran kita.
2. Memunculkan ide baru
Hal ini terjadi kalu kita membuat hubungan antara ide yang satu dengan ide yang lain, kemudian melihat keterkaitannya secara keseluruhan.
3. Melatih kemampuan mengorganisasi dan menjernihkan berbagai konsep atau ide
Pada saat menuliskan berbagai ide tersebut berarti kita harus dapat mengaturnya di dalam suatu bentuk tulisan yang padu.
4. Melatih sikap objektif yang ada pada diri seseorang
Dengan menuliskan ide-ide tersebut ke dalam suatu tulisan, berate kita akan melatih diri kita untuk membiasakan diri membuat jarak tertentu terhadap ide yang kita hadapi dan mengevaluasinya.
5. Membantu untuk menyerap dan memproses informasi
Bila kita akan menulis sebuah topic, kita harus belajar tentang topic itu dengan baik. Apabila kegiatan seperti itu dilakukan terus-menerus maka kita akan dapat mempertajam kemampuan dalam menyerap dan memproses informasi.
6. Melatih untuk berpikir aktif
Kegiatan menulis dalam sebuah bidang ilmu akan memungkinkan kita untuk menjadi aktif dan tidak hanya menjadi penerima informasi.
Dengan berbagai alasan yang dikemukakan di atas, jelaslah bahwa mengarang akan membuat kita semakin arif, pikiran dan perasaan mudah tergerak, serta tanggap dan mampu memberikan reaksi positif terhadap perkembangan di lingkungan yang selalu dinamis.
BAB III
PROSES PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan angket kepada para siswa SMA Negeri 1. Unggulan Sibolga.
Responden yang terpilih adalah respond yang memenuhi syarat, antara lain: sekolah di SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga dan mengerti apa yang dimaksud dengan mengarang.
3.1 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di lingkungan SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga.
3.2 Populasi dan Sampel
3.2.1 Populasi
Populasi dan wilayah generalisasi yang terdiri dari objek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 1994:5).
Dengan demikian populasi merupakan keseluruhan objek yang diteliti. Dalam penelitian ini, populasi terdiri dari seluruh siswa SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga.
TABEL 1
Jumlah Siswa SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga
No. Kelas Jumlah Siswa
1 X-1 20 orang
2 X-2 20 orang
3 XI IPA 1 20 orang
4 XI IPA 2 20 orang
5 XII IPA 1 20 orang
6 XII IPA 2 20 orang
3.2.2 Sampel
Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam suatu wilayah penelitian, maka penelitiannya adalah penelitian populasi. Tetapi apabila yang hendak diteliti hanya sebahagian dari populasi, maka penelitiannya disebut penelitian sampel.
Sugiyono (1994:7) menyatakan bahwa sampel adalah sebahagian dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Hadi (Narbuko dan Ahmadi, 1991:107) sampel adalah sebahagian individu yang diselidiki dari kesuluruhan individu penelitian.
Dalam penelitian ini, sampel terdiri dari 20 orang siswa kelas XI IPA 1, 20 orang siswa kelas XI IPA 2, 20 orang siswa kelas XII IPA 1, dan 20 orang siswa kelas XII IPA 2.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini berpedoman kepada pendapat Komaruddin (1974:122), sebagai berikut : “Teknik pengumpulan data yang kerap kali dipergunakan dalam penyelidikan misalnya wawancara, daftar pertanyaan skala objektif, teknik proyeksi, dan pengamatan tindak-tanduk.
Atas dasar pernyataan tersebut, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data:
1. Daftar Pertanyaan (Angket), yaitu teknik pengumpulan data dengan cara membagikan daftar pertanyaan kepada responden yang ada relevansinya dengan kegiatan mengarang.
3.4 Teknik Analisa Data
Analisis data dilakukan dengan cara mengelompokkan responden ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok pendukung, bukan pendukung, dan acuk tak tidak. Pengelompokan tersebut diperolah dari hasil pertanyaan-pertanyaan angket.
Untuk mengambil kesimpulan tentang minat siswa SMA Negeri 1 Unggulan terhadap pelajaran mengarang, dapat dilihat dari hasil analisis data. Jika kelompok pendukung lebih banyak daripada dua kelompok lain, maka minat siswa SMA Negeri 1 Unggulan terhadap pelajaran mengarang dapat dikatakan besar. Sebaliknya, jika dua kelompok lain itu yang lebih besar maka dapat disimpulkan bahwa minat siswa SMA Negeri 1 Unggulan terhadap pelajaran mengarang itu kurang atau dapat dikatan mereka tidak berminat.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 Hasil Angket
Angket ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang bersifat terbuka. Angket ditujukan untuk mengetahui secara umum gambaran bagaimana ketertarikan responden terhadap pelajaran mengarang.
4.2 Analisis data
Pengelompokan penjawab dibagi menjadi tiga, yaitu kelompok A: kelompok pendukung, B: kelompok bukan pendukung, dan C: kelompok yang acuh tak acuh. berdasarkan data selanjutnya dapat dihitung kelompok siswa yang termasuk memilih A, B, atau C.
• Kelompok A :
13 siswa x 100%= 16,25%
• Kelompok B :
49 siswa x 100%=61,25%
• Kelompok C :
18 siswa x 100%= 22,5%
TABEL 2
Hasil Persentase Angket
No. Kelompok Persentase
1 A 16,25%
2 B 61,25%
3 C 22,5%
BAB V
PEMBAHASAN
Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa siswa SMA Negeri 1 Unggulan Sibolga kurang berminat terhadap pelajaran mengarang. Hal ini didasarkan pada hasil angket. Kelompok pendukung mendapat persentase terkecil, yaitu 16,25%. Sedangkan kedua kelompok lain mendapat persentase sebanyak 82,75%, dengan perincian kelompok bukan pendukung sebanyak 61,25% dan kelompok acuh tak acuh sebanyak 22,5%.
Ketidakminatan para siswa tersebut didasarkan oleh berbagai macam factor, antara lain:
1. Sulit berbahasa Indonesia yang baik dan benar
Dalam mengarang, kita dituntut untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pengetahuan siswa yang kurang tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, seperti pembentukan kata, penyusunan kelompok kata, penyusunan kalimat, serta penguasaan ejaan dan tanda baca yang baik dan benar menyulitkan siswa untuk bebas mengutarakan isi pikirannya. Hal ini membuat siswa kurang berminat untuk mengarang.
2. Sulit berimajinasi
Dalam mengarang, imajinasi sangat dibutuhkan. Namun beberapa siswa sangat sulit untuk berimajinasi. Sehingga malas untuk mengarang.
3. Sulit menemukan topic/tema
Sebelum mengarang, kita harus menentukan topic atau tema. Topic atau tema inilah yang menjiwai karangan dan harus dijabarkan dengan sebaik-baiknya, serta menjadi benang merah karangan dari awal sampai akhir. Banyak dari siswa yang sangat sulit untuk menemukan topic atau tema yang akan ia kembangkan menjadi sebuah karangan.
4. Sulit membuat paragrap yang koheren satu sama lain
Karangan yang baik haruslah memiliki paragraph yang koheren satu sama lain. Namun, beberapa siswa sangat sulit untuk menemukan kata-kata yang tepat untuk mendukung kekoherenan suatu paragraph. Sehingga mereka kurang berminat untuk mengarang.
BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut.
1. Pelajaran mengarang mempunyai kelompok pendukung paling sedikit.
2. Siswa SMA Negeri 1 Unggulan kurang berminat terhadap pelajaran mengarang.
3. Berdasarkan hasil angket yang disebarkan, mereka kurang berminat terhadap pelajaran mengarang karena hal-hal berikut.
• Sulit berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
• Sulit berimajinasi.
• Sulit menemukan topik/tema.
• Sulit membuat paragrap yang koheren satu sama lain.
6.2 Saran
Berdasarkan hasil-hasil penelitian di atas, penulis menyarankan:
1. Sebaiknya guru yang memberikan tugas mengarang dapat memberikan penjelasan bagaimana mengarang yang mudah dan benar.
2. Hendaknya ada pelatihan khusus tentang karang-mengarang. Sehingga kesulitan-kesulitan siswa dalam mengarang dapat teratasi.
DAFTAR PUSTAKA
Tim Edukatif. 2006. Kompeten Berbahasa Indonesia untuk SMA kelas XI. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Nursisto. 2000. Penuntun Mengarang. Jakarta : Adicita.
Finoza Lamuddin. 2005. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta : Diksi Insan Media.






